SANGATTA – Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutai Timur menyatakan siap menolak praktik politik di Pemilu 2019. Aspirasi itu dilontarkan mahasiswa dalam kegiatan sosialisasi Pemilu 2019 digelar KPU Kabupaten Kutai Timur di Kampus STAIS, Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (17/10) kemarin. Sosialisasi lewat Program KPU goes to Campus diikuti 50 mahasiswa mewakili segmen pemilih pemula dan pemilih muda.
Pada kesempatan itu, Komisoner KPU Kutai Timur, Sayuti Ibrahim menyampaikan materi berisi berbagai informasi Pemilu 2019 dan pendidikan pemilih. Selain itu, materi disisipkan pesan moral agar pemilih lebih peduli menggunakan hak pilihnya di Pemilu pada 17 April 2019 mendatang. “Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu memanfaatkan momen ini untuk berpartisipasi di Pemilu 2019. Ini saatnya pihak kampus bangkit mendorong agar mahasiswa lebih peduli terhadap proses demokrasi,” tegas mantan wartawan ini.
Komisoner divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat ini juga meminta mahasiswa agar berani menyuarakan penolakan terhadap praktik politik transaksional untuk meminimalisir kecurangan di Pemilu.
“Lawan politik uang, politisasi SARA dan mahasiswa harus bijak dalam menggunakan media sosial terutama masalah pemberitaan dan informasi hoax,” pesannya.
Usai sesi tanya jawab, KPU Kutim juga meluncurkan program nasional serentak Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP). Program ini melayani mahasiswa untuk mengecek namanya dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Dengan cara mengecek Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP mahasiswa melalui situs www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id atau download aplijasi mobile di google play dengan aplikasi kpu ri pemilu 2019. Jika ada warga yang belum terdaftar, menurutnya maka yang bersangkutan harus mengisi formulir masukan dan tanggapan masyarakat terhadap DPT atau dikenal dengan sebutan Formulir A.1.A-KPU. (mc/kpu)