SANGATTA – KPU Kabupaten Kutai Timur menggelar sosialisasi Pemilu 2019 dan pendidikan pemilih melalui program KPU goes to Campus. Kegiatan diikuti 62 orang dihelat di ruang Agronomi Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur, Pukul 11.00 WITA, Rabu, (24/10).
Ketua KPU Kutai Timur Fahmi Idris saat membawakan materi, mengajak mahasiswa STIPER setiap saat menggelorakan penolakan terhadap praktik golongan putih (golput, sebutan bagi warga tak menggunakan hak pilih) di Pemilu 17 April 2019. “Tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Kutim 2015 mencapai 48,42 persen, kemudian di Pilgub Kaltim 2018 mencapai 46.66 persen. Rendahnya tingkat partisipasi akibat masih adanya ketidakpedulian warga dengan pemilu. Karena itu kami mengajak kalangan kampus untuk lebih gencar membangun gerakan anti golput,” kata Fahmi.
Gerakan ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran semua pihak, terutama di lingkungan kampus untuk menggunakan hak pliihnya di Pemilu nanti. “Kami juga berharap mahasiswa tampil untuk membangun gerakan anti politik uang, politisasi SARA dan hoax. Mari bersama-sama gaungkan Gerakan Melindungi Hak Pilih dan Gerakan Sadar Pemilu,” tegasnya.
Program KPU goes to Campus telah tuntas. Sebelumnya, Komisioner KPU Kutai Timur Sayuti Ibrahim menggelar kegiatan serupa dengan menyasar pemilih pemula dan pemiluh muda di dua kampus berbeda. Pertama di Kampus STIE Nusantara, Sangatta Pukul 20.00 WITA, Senin (8/10) lalu. Kemudian berlanjut di Kampus STAIS, Rabu (17/10) lalu. (mc/kpu)