TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Lima Komisioner (KPU) Provinsi Kaltim, memilih melakukan kegiatan hari pertama Gerakan Coklit (Pencocokan dan Penelitian) Serentak sebagai pendampingan sekaligus pemantauan di luar Ibukota Provinsi Kota Samarinda.

Agenda kegiatan mencoklit pendataan calon pemilih, dilaksanakan 20 Januari sampai 18 Februari 2018.

Sekretaris KPU Provinsi Kaltim, Syarifuddin Rusli dikonfirmasi Tribun, terkait persiapan kegiatan Gerakan Coklit Serentak (GCS), empat komisioner memilih pendampingan ke kabupaten/kota.

“‎Pak Taufik ke. Kubar, Pak Rudi ke Kutim, Pak Syamsul ke PPU, Ibu Ida ke Kukar dan Pak Viko ke Balikpapan,” kata Syarifuddin Rusli, yang akrab disapa Ambi, Jumat (19/1/2018) sore.

Tugas lima komisioner hanya melakukan pendampingan tim yang diturunkan yakni Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) dengan jumlah yang disiapkan sebanyak 7.558 orang untuk pemilihan gubernur Kaltim.

“Nanti PPDP yang mendata melalui formulir ke rumah-rumah warga. Nanti kalau sudah didata, setiap rumah diberi stiker. Itu tanda, merek sudha didata oleh petuga PPDP,” jelas Ambi.

Untuk petugas PPDP juga akn didmpingi oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebanyak 3.105 orang.

“Itu akan melibatkan staf sekretariat juga,” katanya. Untuk tenaga pendukung dari sekretariat di KPU Provinsi disiapkan 35 staf. (*)